Penelitian

Soal Matematika Pakai Bahasa Arab Bikin Pusing? Studi Ini Buktikan Guru dan Siswa "Menjerit" Butuh Solusi

28 October 2025 | 834 views |
Soal Matematika Pakai Bahasa Arab Bikin Pusing? Studi Ini Buktikan Guru dan Siswa "Menjerit" Butuh Solusi

Soal Matematika Pakai Bahasa Arab Bikin Pusing? Studi Ini Buktikan Guru dan Siswa "Menjerit" Butuh Solusi

Bagi siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), Kompetisi Sains Madrasah (KSM) adalah ajang adu gengsi yang paling ditunggu-tunggu. Tapi, ada satu hal yang bikin KSM Matematika terasa beda dan lebih rumit.

Soal-soalnya bukan cuma matematika murni. KSM punya ciri khas: soal "terintegrasi" yang memadukan rumus-rumus dengan nilai-nilai keislaman. Sejak 2018, tantangannya nambah lagi: soalnya disajikan dalam dua bahasa, Indonesia dan Arab.

Bayangkan, Anda sedang pusing memikirkan aljabar atau geometri, tapi soalnya disajikan dalam Bahasa Arab.

Inilah masalah besar yang diam-diam dirasakan oleh banyak guru dan siswa di madrasah. Mereka merasa "dilempar" ke arena lomba tanpa senjata yang tepat. Buku paket biasa tidak cukup, sementara buku panduan KSM yang ada seringkali hanya fokus pada bilingual Indonesia-Inggris, bukan Arab.

Melihat kegelisahan ini, sekelompok peneliti (Nawal Ika Susanti dkk.) dari Universitas KH. Mukhtar Syafa'at Blokagung Banyuwangi memutuskan untuk tidak hanya berasumsi. Mereka turun langsung ke lapangan untuk mencari tahu: Seberapa parah sih masalah ini?

Penelitian mereka punya dua tujuan simpel:

  1. Mencari tahu apakah guru dan siswa benar-benar butuh sebuah modul matematika terintegrasi yang khusus dirancang untuk KSM (termasuk soal Bahasa Arab).

  2. Menguji seberapa efektif modul semacam itu jika benar-benar dipakai untuk belajar.

Hasil Survei: Guru dan Siswa Ternyata "Sangat Butuh"

Peneliti melakukan analisis kebutuhan di 6 madrasah tsanawiyah. Hasilnya mengejutkan dan mengonfirmasi dugaan awal.

Dari Sisi Guru:

Hasilnya 100%! Ya, 100% guru matematika yang disurvei menyatakan mereka sangat membutuhkan modul matematika terintegrasi.

Keluhan mereka seragam: "Kami bingung." Selama ini, para guru kesulitan mencari bahan ajar yang pas untuk membimbing siswa menghadapi KSM. Mereka terpaksa meraba-raba sendiri, mencari materi dari berbagai sumber yang tidak spesifik, apalagi yang ada terjemahan Arab-nya. Ketiadaan panduan ini membuat proses bimbingan jadi tidak maksimal.

Dari Sisi Siswa:

Suara siswa pun tak jauh beda. Sebanyak 82,39% siswa (mayoritas besar) juga menyatakan sangat butuh modul khusus ini.

Bagi mereka, KSM terasa mengintimidasi. Kurangnya referensi yang relevan membuat mereka tidak percaya diri. Mereka sadar bahwa jago matematika saja tidak cukup jika tidak terbiasa dengan model soal integrasi dan jebakan bahasa Arab di dalamnya.

Uji Coba Modul: Apakah Benar-Benar Bikin Pintar?

Setelah memastikan bahwa "pasar"-nya ada (dan sangat butuh), peneliti tidak berhenti di situ. Mereka mengambil sebuah modul matematika terintegrasi yang sudah dirancang khusus untuk KSM dan menguji keampuhannya.

Metodenya klasik tapi efektif: Pre-Test dan Post-Test.

Sekelompok siswa dikumpulkan. Pertama, mereka diberi soal awal (Pre-Test) untuk mengukur kemampuan dasar mereka sebelum menyentuh modul.

Hasilnya? Seperti yang bisa ditebak. Rata-rata nilai mereka hanya 27,5.

Setelah itu, para siswa ini belajar secara intensif menggunakan modul matematika terintegrasi yang baru. Modul ini berisi materi yang relevan dengan silabus KSM, contoh soal integrasi, dan tentu saja, latihan soal bilingual (Indonesia-Arab).

Setelah selesai belajar, mereka diberi ujian lagi (Post-Test) dengan soal yang setara.

Hasilnya? "Lompat" jauh. Nilai rata-rata siswa melonjak drastis menjadi 78,41.

Bukan Sekadar Angka, Ini Bukti Efektivitas

Dalam dunia penelitian, peningkatan ini diukur pakai rumus N-Gain untuk melihat seberapa efektif sebuah metode. Hasilnya, N-Gain dari penggunaan modul ini mencapai 0,707.

Apa artinya angka itu? Angka tersebut masuk dalam kategori "Tinggi".

Ini adalah bukti nyata. Modul yang dirancang khusus itu bukan cuma "menarik" atau "disukai". Modul itu benar-benar bekerja. Modul tersebut terbukti sangat efektif membantu siswa memahami materi, membiasakan diri dengan soal Bahasa Arab, dan pada akhirnya, mendongkrak hasil belajar mereka secara signifikan.

Penelitian ini menjadi tamparan keras sekaligus solusi cerdas. Ini menunjukkan bahwa untuk sukses di KSM, siswa tidak bisa dibiarkan berjuang sendiri hanya dengan buku paket biasa. Mereka butuh alat yang tepat, yang dirancang khusus untuk medan perang yang akan mereka hadapi. Dan modul matematika terintegrasi bilingual (Indonesia-Arab) adalah senjata yang selama ini mereka cari.